Sabtu, 09 Juni 2012

cara petani paiton probolinggo menanam tembakau


CARA BERTANI TEMBAKAU DI KECAMATAN PAITON PROBOLINGGO

1.PEMBAJAKAN SAWAH
Sebelum menanaam tembakau hendaknya kita bajak sawah kita dulu agar tanah yang kita tamanami nanti biasa lebih gembur , membajak juga membantu percampuran unsur-unsur hara yang terkandung di dalam tanah. Misalnya tanah tersebut habis di panen atau habis di beri pupuk, maka dengan di bajak tanahnya akan menjadi merata dengan pupuk yang di berikan.
Membajak sawah harus dengan alat apa itu alatnya..??   yaitu bias dengan bajak tradisional (pakek kerbau /sapi) tapi dengan berkembangnya teknologi maka petani sekarang kebanyakan menggunakan traktor sebagai alat pembajak sawah .


2.PEMUPUKAN SEBELUM PENANAMAN BIBIT
Di paiton ini yang saya lihat kebanyakan dari petani mengggunakan pupuk/di taburi pupuk tanah yang akan ditanami tembakau tersebut ,gunanya aadalah agar bibit tembakau yang kita tanam nanti bias tumbuh subur dan berkembang lebih pesat



3. PENANAMAN BIBIT
Setelah selesai membajak sawah dan pemupukan sebelum penanaman bibit maka langkah kita adalah menanam bibit dimana dalam penanaman bibit ini biasa dilakukan dengan cara
a.)    menyiram terlebih dahulu tempat bibit yang akan di taman yang
b.)    kedua adalah dengan mengairi sawah kita terlebih dahulu atau istilahnya NURAP kemudian bibit ditanam. Biasanya di paiton menanamya dengan cara mengajak sanak saudara atau tetangga untuk ikut menanam bibit tembakau agar lebih cepat  selesai atau dengan cara membayar orang untuk menanam bibit itu sendiri.




4.PENGAIRAN TEMBAKAU / PENYIRAMAN TEMBAKAU
Kemudian setelah menanam bibit tembakau ke esokan harinya kita siram bibit tembakaunya agar tidak layu/matii itu cara penanaman bibit yg pertama
Kemudian penanaman bibit yang ke dua masih menunggu hingga hari ke 5 atau sampai hari ke 9 tergantung dari tekxtur tanah itu sendiri .
Alat yang di gunakan untuk menyirah bibit tembakau ialah dengan timba atau biasa orang paiton sebut dengan GEMBRENG.biasanya dilakukan sampai bibit tembakaunya hidup atau sekitar 1 bulananlah





5.PENCABUTAN RUMPUT
Setelah bibit tembakaunya hidup otomatis rumput yang ada di sekitar tembakau itu juga ikut tumbuh ,untuk mengantisipasi hal ini maka kita harus mencabuti rumput rumput yang ada di sekitar bibit tembakau agar bibit tembakaunya tidak terganggu oleh rumput itu sendiri,di paiton cara ini masih ada yang menggunakan tapai kebanyakan sekarang petani di sana langsung pada tahap pembacokan tanah.




6.PEMBACOKAN TANAH
Pembacokan tanah sama fungsinya dengan pencabutan rumput yaitu membunuh rumput tapi pembacokan tanah manfaatnya lebih banyak selain untuk membunuh rumput pembacokan tanah berfungsi sebagai pegembur tanah sehingga akar-akar tembakaunya mampu menjalar dan lebih kuat.kegiatan ini biasanya di paiton dilakukan 2-3x semusim




7.PENURAPAN TANAH/PENGAIRAN SAWAH
Setelah selesai pembacokan tanah maka direkomendasikan untuk segera menurap atau mengairi sawah agar tembakau yang yang kita tanam cepat besar, sehat dan subur.kalau di paiton biasanya penurapan tanah atau pengairan tembakau di barengi dengan pemasangan pupuk organik ataupun pupuk kandang ,pemupukan itu sendiri di lakukan sebelum penurapan /pengairan atau satu jam sebelum penurapan/pengairan pupuk harus di tabor/ditebar di tiap2 batang tembakau .
Pemupukan dan penurapan tembakau ini dilakukan 4-6x dalam semusim tergantung dari tanahnya




8.PEMBUANGAN TUNAS (TOPPING DAN SUCKERING)
Kegiatan selanjutnya yaitu adalah pembuangan tunas kegiatan ini dilakukan setelah tembakau dinyatan sebagai tembakau dewasa
Pada tanaman tembakau dikenal 2 macam pemangkasan yaitu : topping (pangkas pucuk) dan suckering atau pembuangan tunas samping (wiwil). Pangkas pucuk maupun wiwil pada tanaman tembakau bertujuan untuk menghentikan pengangkutan bahan makanan ke mahkota bunga atau kekuncup tunas sehingga hasil foto sintesis dapat terakumulasi pada daun sehingga diperoleh produksi krosok dan kualitasnya yang tinggi. Pangkas pucuk dan wiwil biasanya dilakukan secara manual. Pangkasan pucuk dilakukan pada saat button stage atau saat daun berjumlah 20 helai di atas daun bibit. Pangkasan wiwil dilakukan 3 sampai 5 hari sekali pada saat panjang tunas samping sekitar 7 cm. Wiwil dilakukan sampai panen berakhir. Pangkasan wiwil saat ini sudah dapat dilakukan dengan bahan kimia (sucrisida) Hyline 715. Penggunaan sucrisida memberikan hasil yang lebih baik.





9.PENYEMPROTAN OBAT
Penyemprotan obat ini bisa dilakukan sebelum pembuangan tunas dan biasanya dilakukan sebelum atau sesudah terkena hama, ulat, atau penyakit2 tembakau lainnya .
Penyemprotan ini disemprotkan ke daun agar hama /ulat yang bisa merusak tembakau mati atau meninggalkan tembakau.obat obat yang direkomendasikan untuk penyemprotan obat ini adalah segai berikut:
-Comman 480 ec
-Ridomil gold mz4/64 wp
-Metindo25 wp
-Confidor 5 wp
-Ekstrak nimba
-Organtrine0,6 as
-Tracer120sc
-Tame x 240ec
Dan lain lain,obat obat ini tidak di rekomendasikan pada saat menjelang panen ,artinya jauh sebelum panen obat ini harus di semprotkan

10.PANEN                                                    
Ini dia yang ditunggu tunggu para petani tembakau yaitu panen
Panen ini dilakukan setelah tembakau dinyatakan tuaa atau matang biasanya ciri2 tembakau yang sudah matang itu daun yang paling bawah itu kering dan ada juga yang kuning.
Daun tembakau yang sudah tua biasanya sangat hijau dan sedikit ke abu2an daun daun ini sudah siap untuk di petik,cara memetik daunya tidak langsung semua yang ada di batang tembakau langsung di petik semua melainkan mengambil 3-7 lembar daun saja ,cara ini di lakukan sampai daun pada batang tembakau habis


            Setelah panen biasanya masih banyak roses proses yang lain seperti penguningan tembakau ,pemasatan tembakau ,pengeringan dll……
Proses proses ini akan kami ulas pada posting selanjutnya ….ok



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar